![]() |
| Tulisan ini lebih mudah dicerna jika sambil ngemil ini (foto: noel) |
Bagaimana umpamanya jika begitu kita bangun di pagi hari,
tiba-tiba sudah berada di sebuah ruangan yang serba putih dan terang. Berkas
cahaya sangat kuat datang dari berbagai penjuru, namun terasa lembut dan tidak
menyilaukan. Kamu terkejut, tetapi tidak tersentak. Lebih tepatnya: terpana.
Mungkin sambil ragu-ragu kamu hirup napas. Eh, ternyata udaranya pun sejuk
menyegarkan, samar-samar bercampur dengan aroma susu dan roti. Nyaman. Hangat. Dan
sangat tenang. Dari jauh terdengar suara nyanyian. Suara anak-anak yang
bermain. Gemericik air. Semua hal yang kamu rasakan, dengar, hirup, dan raba
seakan-akan sudah sangat akrab. Kulitmu pun terasa berkali-kali lebih peka,
tetapi nyaman dan segar; sama sekali tidak seperti kulit orang bangun tidur.
Tidak ada debu halus atau bau-bauan asing yang bikin bersin. Semua menyenangkan,
segar, dan kuat. Sepertinya ini semua adalah bagian dirimu yang sudah hilang. Seakan
semua hal, semua rencana, dan segala upaya sepanjang hidup di bumi ini hanya
berfokus pada keberadaanmu saat ini. Merasa ada dan dicintai. Dengan sangat
kuat.

